Jumaat, 15 Julai 2011

lomba membaca dan memahami isi "kitab kuning" tingkat nasional

Mataram, 15/7 (ANTARA) - Sebanyak 1.400 santri dari seluruh Indonesia akan mengikuti "Musabaqah Fahmi Kutubit Turats" (Mufakat) atau lomba membaca dan memahami isi "kitab kuning" tingkat nasional IV di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat 19-24 Juli 2011.

         Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) NTB H Lalu Suhaimi Ismy di Mataram, Jumat mengatakan, hingga kini jumlah peserta yang akan mengikuti Mufakat di Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Pancor itu sebanyak 1.620 orang, termasuk pendamping.

         Ia mengatakan, para santri yang berasal dari ponpes di 33 provinsi di seluruh Indonesia itu akan ditampung di Pondok Pesantren (Ponpes) Nahdlatul Wathan (NW) Pancor, Lombok Timur.

         "Sebelumnya pada lomba pertama hingga ketiga kami menggunakan istilah  Musabaqah Qiraatil Kutub, karena merupakan lomba membaca kitab kuning. Pada lomba yang keempat ini diperkenalkan istilah Musabaqah Fakmi Kutubit Turats, karena selain membaca juga memahami isi dari kitab kuning," ujarnya.

         Jadi, kata Suhaimi, pada lomba sekarang ini tidak hanya membaca kitab kuning, tetapi juga memahami kandungan atau isinya. Dengan memahami isi kitab tersebut diharapkan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

         Menurut dia, Mufakat IV 2011 yang berlangsung selama sepekan itu akan diisi dengan berbagai mata lomba, yakni untuk tingkat 'Ula' (awaliyah) atau dasar dengan peserta santri tingkat Madrasah Ibtidaiyah adalah lomba membaca dan memahai kitab fiqh, sirah (sejarah), aqidah/ahlak dan kitab nahwu sharaf.

         Sementara untuk 'Wustha' dengan peserta santri tingkat Madrasah Tsanawiyah yang dilombakan adalah membaca dan memahami kitab Fiqh, airah, aqidah/akhlak, nahwu sharaf, hadits, tafsir dan balaghah, sedangkan untuk Ulya dengan peserta santri Madrasah Aliyah sama dengan Wustha.

         "Kegiatan 'Mufakat' juga diisi dengan lomba debat menggunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris," katanya.

         Menurut rencana 'Mufakat' akan dibuka Menteri Agama Suryadharma Ali dan sejumlah gubernur serta sejumlah pejabat dari Kementerian Agama dan Duta Besar (Dubes) negara sabahat, antara lain Malaysia Brunei Darussalam, Saudi Arabia dan negara timur tengah lainnya serta Dubes Amerika Serikat dan Australia.

         Para peserta yang merah predikat terbaik akan mendapat hadiah menarik, antara lain umroh ke Tanah Suci Mekah dan seluruh peserta juga akan diberikan uang pembinaan. (*)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Catat Ulasan

 
Powered by Blogger