Memaparkan catatan dengan label admin. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label admin. Papar semua catatan

Selasa, 16 September 2014

Dalam Surat Fushilat Ayat 11, Allah memberi tahu kepada manusia bahwa benda-benda langit itu terbuat dari gas dan debu.

 Terdapat banyak ayat berkaitan dengan alam dan sains di dalam Alquran yang baru diketahui rahasia kebenarannya pada saat ini. Termasuk bintang-bintang, matahari, planet, dan benda-benda langit lainya.

SASAK-WORLD. Ketika bicara ilmu pengetahuan, Islam menganjurkan umatnya untuk mendalami Alquran. Sebab di dalamnya terdapat banyak kebenaran ilmiah yang baru terungkap di zaman modern. Kitab suci umat Muslim itu memuat begitu banyak keajaiban alam semesta, yang hanya bisa diketahui oleh Allah, Sang Pencipta.

Teori Big Bang misalnya. Teori ini belum ditemukan oleh para ilmuwan sampai sekitar tahun 1927. Namun teori itu sudah diungkapkan oleh Rasul Allah, Muhammad SAW, jauh sebelum para ilmuwan merumuskannya. Nabi tidak mungkin bisa mengetahuinya, kecuali Alquran benar-benar diwahyukan kepadanya oleh Allah.
Teori Big Bang mengatakan bahwa alam semesta dimulai sebagai titik tunggal yang padat, berukuran kecil, bertekanan tinggi, dan memiliki massa yang sangat panas. Kemudian, dalam satu ledakan keras yang kemudian dikenal sebagai Big Bang, terbentuklah alam semesta. Orang yang tidak beriman mungkin akan terkejut bahwa teori Big Bang benar-benar disebutkan dalam Alquran (Surat Al Anbiyya Ayat 30 dan 33).
Keajaiban lainnya tentang alam semesta yang diceritakan dalam Alquran berabad-abad lalu, namun baru bisa ditemukan oleh Edwin Hubble pada tahun 1929 adalah sifat alam semesta yang terus membesar dan mengembang. Hubble mencatat bahwa galaksi di luar Bima Sakti semua bergerak menjauhi kita. Semakin jauh jarak sebuah galaksi dari Bumi, semakin cepat proses pengembangannya. Dalam Alquran, Allah berfirman dalam Surat Adz Dzariat Ayat 47, “Dan langit kami bangun dengan kekuasaan kami dan sesungguhnya kami benar-benar meluaskannya.”
Teori tentang asal usul dan terus mengembangnya alam semesta merupakan gagasan revolusioner. Fenomena ini baru bisa dibuktikan oleh para ilmuwan pada akhir 1920-an namun sudah dikenal Nabi Muhammad melalui Alquran, berabad-abad sebelum teleskop ditemukan.
Terdapat banyak ayat berkaitan dengan alam dan sains di dalam Alquran yang baru diketahui rahasia kebenarannya pada saat ini. Termasuk bintang-bintang yang terang, matahari, planet, dan benda-benda langit lainnya yang sebenarnya terbentuk dari gas dan debu.
Dalam Surat Fushilat Ayat 11, Allah memberi tahu kepada manusia bahwa benda-benda langit itu terbuat dari gas dan debu.
Astronom James Webb menjelaskan, "Meskipun bintang telah menjadi topik utama astronomi selama ribuan tahun, kita baru memahami secara rinci tentang rahasia langit melalui teleskop dan komputer. Seratus tahun yang lalu, para ilmuwan tidak tahu bahwa bintang didukung oleh fusi nuklir, dan 50 tahun yang lalu mereka tidak tahu bahwa bintang-bintang terus-menerus terbentuk di alam semesta."
Para peneliti masih belum tahu secara rinci bagaimana awan gas dan debu bisa membentuk bintang, atau mengapa sebagian besar bintang-bintang terbentuk dalam kelompok, atau bagaimana sistim planet terbentuk.
Bukti ilmiah lainnya yang sudah disebutkan dalam Alquran adalah terbelahnya Bulan. Menurut citra satelit modern, ada bekas retakan atau celah yang dalam di Bulan. Muslim percaya pada keajaiban ini karena mereka diberitahu oleh Alquran, dalam Surat Al Qamar Ayat 1.
Disebutkan, orang-orang kafir menantang Nabi Muhammad untuk memberi mereka bukti kuat tentang Allah dan Allah menjawabnya dengan membelah Bulan dan menyatukannya kembali tepat di depan mata mereka.
Bekas retakan atau belahan Bulan terlihat saat awak Apollo 10 pada tahun 1969 melakukan penerbangan bersejarah mereka di atas permukaan Bulan sejauh 14 kilometer. Dua bulan kemudian, Apollo 11 mendarat di Bulan dan mereka mendapatkan lebih banyak informasi. Dari hasil investigasi, mereka mengungkapkan bahwa retakan atau belahan itu ternyata hingga ke bagian dalam Bulan, tidak hanya di permukaannya saja.
Apa yang menyebabkan Bulan retak atau terbelah? Para ilmuwan masih belum menemukan jawaban pasti tetapi Muslim percaya itu adalah bukti bahwa Bulan memang terbelah selama zaman Nabi Muhammad masih hidup.
Terlepas dari penyebab terbelahnya Bulan, keajaiban tersebut sudah dinyatakan dalam Alquran dan ratusan tahun kemudian, satelit baru bisa membuktikan bahwa retakan Bulan seperti itu ada.
Luasnya alam semesta dan segala sesuatu yang mengambang di dalamnya tidak pernah berhenti untuk memukau para ilmuwan, astronom, dan orang awam, tidak peduli apa latar belakang agama mereka.
Beberapa fakta ilmiah tentang alam semesta yang indah benar-benar membingungkan. Alam semesta tidak mungkin terbentuk tanpa campur tangan Pencipta Yang Agung, Maha Mengetahui, Maha Kuasa.
Kecepatan cahaya adalah kecepatan tercepat di Bumi; cahaya begitu cepat sehingga bisa mengelilingi Bumi 14 kali perdetik. Dengan berpegang pada prinsip tersebut, bayangkan jika kita mengukur luasnya alam semesta. Maka manusia membutuhkan waktu 13,8 miliar tahun cahaya untuk melakukan perjalanan dari satu ujung alam semesta ke ujung yang lain, dari awal sampai akhir. Itu hanya salah satu contoh dari kebesaran Allah. (Sumber: Saudi Gasette)
 http://www.dream.co.id/news/keajaiban-alam-semesta-dalam-alquran-140914r.html

Rabu, 13 Mac 2013

TEROMPET SANGKAKALA BERDASARKAN HADITS SHAHIH RASULULLAH SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM !!!

“Ketika Allah telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah menjadikan sangkakala (terompet) dan diserahkan kepada malaikat Isrofil, kemudian ia letakkan dimulutnya sambil melihat ke Arsy menantikan bilakah ia diperintah".

Saya bertanya: “YaRasulullah apakah sangkakala itu?” Jawab Rasulullah: “BAGAIKAN TANDUK DARI CAHAYA.”

Saya tanya: “Bagaimana besarnya?”
Jawab Rasulullah: “SANGAT BESAR BULATANNYA, DEMI ALLAH YANG MENGUTUSKU(MUHAMMAD) SEBAGAI NABI , BESAR BULATANNYA ITU LEBIH LUAS DARI LANGIT DAN BUMI, dan akan ditiup hingga tiga kali.
Pertama: Nafkhatul faza’ (untuk menakutkan).
Kedua: Nafkhatus sa’aq (untuk mematikan).
Ketiga: Nafkhatul ba’ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan).”
(KITAB TANBIHUL GHAFILIN)


Belum lama ini sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Prof. Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman, melakukan observasi dan penelitian terhadap alam semesta untuk memastikan bentuk sebenarnya dari alam semesta raya ini. Kita tahu bahwa yang umumnya diperkirakan orang selama ini adalah bahwa alam semesta ini berbentuk bulat, bundar, atau bahkan ada pula yang menyebut bentuknya datar saja.

Menggunakan sebuah peralatan milik NASA yang diberi nama WMAP (Wilkinson Microwave Anisotropy Prob), pada akhir penelitiannya mereka membuat sebuah kesimpulan yang sangat mencengangkan. Menurut hasil penelitian tersebut, alam semesta ini ternyata bentuknya menyerupai terompet!

Adapun ringkasan ilustrasi yang mereka gambarkan adalah bahwa pada bagian ujung belakang terompet (baca: alam semesta) merupakan alam semesta yang tidak dapat diamati (unobservable), sedang bagian depan, di mana bumi dan seluruh sistem tata surya berada, merupakan alam semesta yang masih mungkin untuk diamati (observable).

Dalam hadits di AWAL disebutkan bahwa sangkakala atau terompet malaikat Izrofil itu bentuknya seperti tanduk dan terbuat dari cahaya. Ukuran bulatannya seluas langit dan bumi. bukankah bentuk 'laksana tanduk' mengingatkan kita pada terompet orang-orang jaman dahulu yang pada umumnya terbuat dari tanduk?

Kalimat seluas langit dan bumi dapat dipahami sebagai ukuran yang meliputi seluruh wilayah langit (sebagai lambang alam tak nyata/ghaib) dan bumi (sebagai lambang alam nyata/syahadah). Atau dengan kata lain, bulatan terompet malaikat Isrofil itu melingkar membentang dari alam nyata hingga alam ghaib.

Jika kesahihan hadits di atas dapat dibuktikan dan data yang diperoleh lewat WMAP memang akurat serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, maka dapat dipastikan bahwa kita ini sesungguhnya bagaikan kupu-kupu yang hidup di tengah-tengah kaldera sebuah gunung berapi paling aktif yang siap meletus kapan saja.

“Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.” (An-Naml:87)

Makhluk langit saja terkejut, apalagi makhluk bumi yang notabene jauh lebih lemah dan lebih kecil. Sedangkan pada sambungan hadits di atas masih ada sedikit tambahan tentang seperti apa keterkejutan dan ketakutan makhluk bumi kelak.

“Pada saat tergoncangnya bumi, manusia bagaikan orang mabuk sehingga ibu yang mengandung gugur kandungannya, yang menyusui lupa pada bayinya, anak-anak jadi beruban dan setan-setan berlarian.”

Ada sebuah pertanyaan yang patut untuk kita renungkan , JIKA SANGKAKALANYA SEBESAR DI GAMBAR, MAKA SEBESAR APAKAH PENIUPNYA ? Terlebih lagi, SEBESAR PULAKAH YANG MENCIPTAKAN KEDUANYA ?

Subhanallah!

Maha Benar Allah Dengan Segala Firman-Nya.

Jumaat, 28 Oktober 2011

al-Quran Merungkai Cara Mengesan Pembohongan

Ujikaji Ke atas Ubun-Ubun Otak Manusia.

Subhanallah, sangat luar biasa. Itu sahaja yang dapat saya ungkapkan selepas mendapat tahu hal ini. Siapa sangka pada waktu seribu tahun++ dahulu tanpa teknologi canggih, Al-Quran telah membongkar cara bagiamana mengesan pembohongan melalui ayat yang sangat pendek tapi memberi makna yang sangat jelas.

Sebelum saya paparkan apakah ayat tersebut, ingin saya kongsikan bersama anda tentang suatu kaedah yang digunakan pada masa kini untuk mengesan pembohongan. Kaedah tersebut menggunakan pengimejan ke atas otak melalui getaran magnetic atau lebih dikenali sebagai fMRI. Kaedah tersebut dapat mengesan gerak balas yang berlaku ketika otak sedang melakukan penipuan. Bukan itu sahaja, melalui kaedah ini alat mengesan pembohongan dapat diwujudkan. Terdapat banyak kawasan unik dalam otak yang terlibat dalam penipuan dan percakapan benar yang boleh dikesan melalui kaedah fMRI.

Ubun-ubun yang Menipu Menurut Al-Quran
Fakta mengesahkan, dalam otak seorang yang sedang melakukan pembohongan terdapat tujuh kawasan yang aktif tetapi dalam otak orang yang bercakap benar, terdapat hanya 4 kawasan yang aktif. Mengapa hal ini berlaku?. Bagi melakukan pembohongan, otak perlu berusaha lebih keras lagi bagi mengaktifkan kawasan-kawasan yang bergerak balas dalam otak untuk menjana idea-idea dusta berbanding dengan bercakap benar. Ketika proses pendustaan sedang berlaku, bahagian hadapan otak yang mana terletaknya kawasan ubun-ubun akan bertindak balas yang melalui bahagian medial inferior, pre-central area, hippocampus, temporal tengah dan juga kawasan limbic. Begitu juga ketika bercakap benar, terdapat juga aktiviti di bahagian otak hadapan iaitu temporal lobe dan cigulate gyrus.
Sekarang adalah masanya untuk saya kongsikan keajaiban Al-quran bersama anda. Kajian demi kajian dilakukan dengan susah payah sedangkan dalam Al-Quran telah membuktikan hal ini.

Allah s.w.t berfirman dalam surah Al-Alaq ayat 15, 16
Ketahuilah, sesungguhnya jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) Nescaya Kami tarik ubun-ubunnya (iaitu)ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.
Sebelum saya mengulas dengan lebih lanjut tentang ayat di atas, saya mohon saudara sudari pembaca mengambil kitab tafsir Al-quran dan rujuk pada ayat yang saya paparkan di atas.
Jika saudara melihat ayat tersebut, perkataan (Nasiya) bermaksud ubun-ubun. Menurut kitab tafsir Ibn Kathir(ubun-ubun yang berdusta) yang dipaparkan dalam ayat tersebut bermaksud, ubun-ubun Abu Jahal menipu dalam percakapan dan perbuatan. Dalam konteks otak, bahagian yang dinamakan sebagai frontel lobe adalah ubun-ubun. Melalui ubun-ubunlah, suatu kebenran atau pembohongan dapat dikenalpasti.
Subhanallah, apa lagi yang boleh kita katakan selain Al-Quran sememangnya diturunkan sebagai panduan kepada seluruh Umat manusia. Berimanlah dengannya dengan sebenar-benar Iman. Insya Allah(^_^)
Dari Pemerhatian, Pandangan Serta Kajian
Muhammad Hidayat Bin Kadersa Merican

Jumaat, 14 Oktober 2011

JOM SAMA-SAMA KITA MENGINGATI ALLAH SEBELUM MALAIKAT MAUT DATANG MENJEMPUT.



TANDA “100″
“Ini adalah tanda pertama dari Allah SWT kepada hambanya dan hanyaakan disedari oleh mereka yang dikehendakinya. Walaubagaimanapunsemua orang Islam akan mendapat tanda ini cuma samada mereka sedar atau tidak sahaja.
Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu Asar.
Seluruh tubuh iaitu dari hujung rambut sehingga ke hujung kaki akanmengalami getaran atau seakan-akan mengigil. Contohnya seperti daginglembu yang baru saja disembelih dimana jika diperhatikan denganteliti kita akan mendapati daging tersebut seakan-akan bergetar.
Tanda ini rasanya lazat dan bagi mereka yang sedar dan berdetik dihati bahawa mungkin ini adalah tanda mati maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sedar akan kehadiran tanda ini.
Bagi mereka yang tidak diberi kesedaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian, tanda ini akan lenyap begitu sahaja tanpa sebarang munafaat.
Bagi yang sedar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk memunafaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.


“TANDA 40 HARI”
Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu Asar. Bahagian pusat kita akan berdenyut-denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pokok yang letaknya di atas Arash Allah SWT.
Maka Malaikat Maut akan mengambil daun tersebut dan mula membuat persediaannya ke atas kita, antaranya ialah ia akan mula mengikuti kita sepanjang masa. Akan terjadi Malaikat Maut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung seketika.
Adapun Malaikat Maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya.
“TANDA 7 HARI”
Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah kesakitan di mana orang sakit yang tidak makan secara tiba-tiba ianya berselera untuk makan.
“TANDA 3 HARI”
Pada ketika ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita iaitu diantara dahi kanan dan kiri. Jika tanda ini dapat dikesan maka berpuasalah kita selepas itu supaya perut kita tidak mengandungi banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti.
Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan jatuh dan ini dapat dikesan jika kita melihatnya dari bahagian sisi. Telinganya akan layu dimana bahagian hujungnya akan beransur-ansur masuk ke dalam.
Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.
“TANDA 1 HARI”
Akan berlaku sesudah waktu Asar di mana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang iaitu di kawasan ubun-ubun di mana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Asar keesokan harinya.
“TANDA AKHIR”
Akan berlaku keadaan di mana kita akan merasakan satu keadaan sejuk di bahagian pusat dan ianya akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian halkum.
Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah syahadah dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikat maut untuk menjemput kita kembali kepada Allah SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.
Wallahu’alam.

Selasa, 4 Oktober 2011

membangun ekonomi Islam

Di dalam al-Quran dinyatakan bahawa Nabi Muhamad s.a.w diutuskan sebagai rahmat bagi semesta alam sepertimana firman Allah s.w.t dalam surah al-Anbiya ayat 107. Bagaimanapun, salah satu penyakit umat Islam yang menghalang bagi mencapai rahmat itu ialah kemiskinan dan kebodohan.
Di negara kita, umat Islam mewakili 60 peratus daripada penduduk tetapi mereka hanya menguasai 20 peratus sahaja daripada kekayaan negara. Majoriti umat Islam pada hari ini hanya sekadar kais pagi makan pagi, kais petang makan petang.
Persoalan besar timbul ialah bagaimana umat Islam terkebelakang dalam pencapaian ekonomi sehingga kemiskinan itu serasi dalam kehidupan umat Islam?
Pembangunan ekonomi adalah asas utama kepada keutuhan sesebuah negara. Oleh hal yang demikian, Islam juga sangat menganjurkan umatnya supaya membangunkan ekonomi dan meningkatkan taraf kehidupan ke arah yang lebih maju dan dalam masa yang sama tidak mengabaikan pembangunan dari aspek keperibadian dan akhlak.
Kita percaya bahawa kesan daripada rezeki yang diusahakan mengikut acuan syariah dan tadbir urus berdasarkan perundangan Allah s.w.t akan mendapat keberkatan dan limpahan rezeki dan kurnian daripada Allah s.w.t.
Kegiatan ekonomi adalah merupakan suatu fardu kifayah ke atas setiap Muslim sepertimana sabda Rasulullah s.a.w, daripada Zubair bin al-Awwam r.a, yang bermaksud:
“Sesungguhnya seorang daripada kamu membawa seutas talinya dan pergi ke bukit lalu pulang dengan membawa seberkas kayu di atas bahunya. Kemudian ia menjualkannya, maka Allah akan memelihara kehormatannya, dan itu lebih baik baginya daripada ia meminta-minta manusia yang kadang-kadang diberi atau ditolak.”
Dalam usaha untuk melonjakkan imej umat Islam maka dituntut umatnya berkerja bersungguh-sungguh untuk meningkatkan ekonomi dan kekayaan negara sejajar dengan tuntutan  meningkatkan kualiti  dan kesejahteraan hidup.
Agama Islam amat menganjurkan umatnya supaya berusaha dalam mencapai kebahagian kehidupan dengan cara yang selari menurut syariah dan meninggalkan segala yang bertentangan dengan ajarannya.
Maka hasilnya, kita dapati pada akhir-akhir ini, sistem kewangan dan pengeluaran produk halal (Halalan Thoiyiban) yang berlandaskan Islam telah mendapat perhatian dan pilihan masyarakat. 

Umat Islam perlu sedar bahawa untuk memantapkan dan mengukuhkan ekonomi umat Islam adalah tidak  mudah. Walaupun kebanyakkan negara-negara Islam kaya dengan sumber galian dan khazanah alam yang dianugerahkan oleh Allah s.w.t, kita lemah dalam memanafaatkan anugerah Allah s.w.t tersebut.
Justeru umat Islam perlu mengambil kesempatan ini dengan tidak lagi bergantung kepada  sistem kapitalis dan sosialis yang bersifat tidak seimbang.
Sistem ekonomi kapitalis menyebabkan kekayaan dikendalikan atau dikuasai hanya oleh segelintir pihak sahaja atau dapat dikatakan yang kaya bertambah kaya, yang miskin papa kedana dan terus berada dalam kepompong kemiskinan.
Dalam konflik yang sedemikian rupa, pastinya menjadikan implikasi negatif kerana menimbulkan banyak permasalahan yang rumit bagi masyarakat yang berada dalam penindasan dan kezaliman dimana mereka yang miskin akan terus dikalahkan oleh kelompok kaya yang menguasai sumber daya ekonomi lebih banyak.

Sheikh al-Imam Dr. Yusof al-Qardhawi pernah berkata bahawa: ”Kekuatan ekonomi Islam kita terbengkalai. Kita hidup di bumi Allah yang paling strategik, paling baik dan paling subur. Bumi yang paling banyak galian yang tersimpan dalam perutnya dan kekayaan yang bertebaran di atasnya.
”Malangnya kita menyalahgunakan kekayaan, tidak berani berusaha di bumi sendiri dalam menghasilkan keluaran dari galian sedangkan bahan mentahnya dikeluarkan dari bumi kita.
”Maka jadilah kita dalam banyak keadaan adalah sebagai pengguna bukannya pengeluar, pengimport bukan pengilang atau pengeksport. Kadangkala kita menghasilkan produk yang tidak diperlukan dan tidak dapat dipasarkan.
”Dalam masa yang sama kita mengabaikan dalam menghasilkan barang atau produk yang sangat kita perlukan dan mempunyai permintaan yang tinggi. Kita sangat berbangga memiliki kereta mewah antarabangsa, sedang kita tidak tahu pun untuk mengeluarkan basikal sebagai produk buatan sendiri.”

Selasa, 19 Julai 2011

Musabaqah Fahmil Qutubi Turats (Mufakat) ke IV Tingkat Nasional

Dalam upaya meningkatkan kembali perhatian dan kecintaan para santri untuk terus mempelajari kitab-kitab kuning (kutub at-turats) sebagai sumber utama kajian ilmu-ilmu agama islam, maka perlu diselenggarakan perlombaan membaca, menterjemahkan dan memahami kitab-kitab kuning (kutub at turats) bagi para santri pondok pesantren, melalui kegiatan Musabaqah Fahmi Kutubit Turats (Mufakat) antar pondok pesantren. Tentu saja, musabaqah ini bukan hanya semata-mata memperlombakan teknik-teknik membaca sebuah kitab kuning, tetapi juga kemampuan dalam memahami serta menyampaikan kandungan teks kitab kuning yang dibacakan kepada publik. Dengan demikian, forum ini merupakan ajang perlombaan kemampuan dalam membaca, memahami, serta mengungkapkan kandungan kitab kuning secara komprehansif.
Rangkaian Pokok-Pokok Acara Mufakat Nasional IV Tahun 2011 :
  1. HaLaqah Pimpinan Pondok Pesantren
    Senin, 18 Juli 2011 PUkul 14.00 - 22.00 wita bertempat di Hotel Jayakarta
    Tema : Pesantren dan Penguatan Pemahaman Keislaman Rahmatan Lil Alamin.
    Narasumber :
    - Menteri Agama RI
    - Prof. Dr. KH M. Tolchah Hasan
    - Prof. Dr. H. Muhammad Ali
    - H. Chairul Fuad Yusuf
    - Prof. Dr. KH. Said Agil Siraj
    - Dr. TGKH M. Zainul Majdi, MA.
    - Dr. KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, MA.
    - Dr. H. Affandi, MA
    - Dr. KH. Nur Iskandar, SQ.
  2. Upacara Pembukaan Mufakat Nasional IV Tahun 2011
    Selasa, 19 Juli 2011 Pukul 07.00-12.10 wita bertempat di Arena Utama Mufakat
    Dibuka oleh Menteri Agama RI
  3. Pembukaan Pameran dan Bazar
    Selasa, 19 Juli 2011 PUkul 12.00 wita - selesai bertempat di Arena Pameran PP. DN NW Pancor
    Dibuka oleh Hj. Rabiattul Adawiyah, SE.
  4. Pelaksanaan Mufakat Nasional IV Tahun 2011
    Rabu - Sabtu, 20 - 23 Juli 2011 PUkul 08.00 - 17.00 wita bertempat di Komplek PP Darunnahdlatain NW Pancor
  5. Diskusi / Jumpa Penulis Buku Metodologi Kitab Kuning
    Rabu - Jum'at, 19 - 21 JUli 2011 Pukul 19.30 - 22.00 wita bertempat di Hall Birrul Walidain
    Tema : Kitab Kuning dan Tantangan Modernitas
    Narasumber :
    - Prof. Dr. KH. Ahsin Sakho MUhammad
    - KH. Maulana Kamal Yusuf
    - KH. Drs. Habib Abdus Syakur
    - KH. Mashoeri Naim, MA.
    - Prof. Dr. H. Hidayat, MA.
    - KH. Saefuddin Amsir, MA.
    - Prof. Dr. KH. Said Agiel Husin Al-Munawwar
    - Dr. H. Mukhlis Hanafi.
  6. Pegelaran Seni Islami
    Kamis, 21 Juli 2011 Pukul 13.30 - 21.30 wita bertempat di Panggung Arena Utama
    Peserta : Band WALI, Kafilah Mufakat, Utusan Pondok Pesantren NTB, Umum
  7. Sarasehan dan Musyawarah Mufakat Nasional
    Kamis, 21 Juli 2011 Pukul 13.00 - 21.30 wita bertempat di Hall Birrul Walidain
    Tema : Kontekstual KItab Kuning dalam Pemecahan Problem Keummatan Dewasa ini
    Narasumber :
    - Prof. Dr. KH M. Tolchah Hasan
    - Tarmizi Taher
    - Prof. Dr. H. D. Hidayat
    - Prof. Dr. H. Muhammad Ali, MA.
  8. Upacara Penutupan Mufakat NAsional IV Tahun 2011
    Sabtu, 23 Juli 2011 Pukul 19.00 - 23.00 wita bertempat di Arena Utama Mufakat
    Ditutup : Gurbenur NTB / Dirjen Pendidikan Islam
 
Powered by Blogger